Langsung ke konten utama

Postingan

Kontemplasi : Sebuah Perjalanan ‘Memahami’

Penyesalan itu adanya di akhir, kalau ada di awal namanya pendaftaran.Saya tiba-tiba teringat lelucon tersebut saat hendak menuliskan pemikiran melalui halaman ini. Bingung juga, kok bisa? Lalu kalimat tersebut secara otomatis membuka laci memori saya yang lain, ruang yang menyimpan sebuah quote Dee Lestari di dalam buku favorit saya ‘Supernova : Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh’. Dan di dalam kebingungan ini, ada saja cara Tuhan membuatku tertawa sekaligus merasa tersindir.Ha...ha...ha...h...m...m...m (fiuh)
Melalui kalimat pembuka dalam tulisan ini, mungkin sahabat mengira kalau saya mau membahas soal perasaan yang paling manusia hindari bernama ‘penyesalan’. Tak sepenuhnya salah, namun tak sepenuhnya benar menurut subyektif saya. Saya hanya ingin menuliskan sesuatu, salah satu cara yang menurut saya merupakan sebuah upaya ‘Menyelamatkan jiwa’. Meskipun tidak semahir sahabat saya Gigih Prayitno dalam menuliskan buah pikiran melalui blog pribadinya Gigihprayitno.wordpress.com, setidakn…
Postingan terbaru

Pengalaman Menyaksikan Fenomena 'Super Blue Blood Moon'

31 Januari 2018 digadang-gadang bakal terjadi fenomena alam 'Super Blue Blood Moon' yang bisa disaksikan warga planet bumi. Namun dalam tulisan ini saya tidak akan menjelaskan apa itu Super Blue Blood Moon secara rinci, karena media massa tentu sudah menyampaikannya dengan cara yang jauh lebih baik. Dengan kata lain, saya hanya akan pengalaman pribadi saya saat menyaksikan fenomena langka tersebut.
Dimulai pukul 11 siang kemarin, saya bergegas membawa kamera Canon kesayangan ke rumah teman saya Mutiara Cynthia, di Desa Gunung Bunder Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Tak jauh dari rumah saya, hanya 10 menit. Sebelumnya kami memang sudah bikin janji untuk bertemu, tapi niat jadi bertambah untuk mengajak Mutiara menonton fenomena 'Super Blue Blood Moon' pada malam harinya. Sebelumnya, Kami ngobrol ngalor ngidul sambil menonton film Bad Genius dan Never Say Goodbye di televisi layar datar miliknya sampai tak terasa hari semakin sore. Tak lama, keluarlah ajakan dari mulu…

K.E.C.E.W.A

Kurasa, selalu ada batas antara kekecewaan dan memaafkan. Walaupun maaf itu konon telah melapangkan dada yang sempit,  Tetap saja, selalu ada remah kekecewaan yang berserak tak karuan, Menunggu untuk diacuhkan, 
Kekecewaan bagiku bagai limbah plastik yang ditebar di tanah lapang, Dan maaf adalah tanah yang menutupinya untuk sementara, Meskipun tidak terlihat, sampah-sampah itu tetap ada di sana, Menunggu untuk diurai sang waktu yang lamanya tak tentu, 
Kekecewaan yang dalam adalah sebuah kesialan,  Bahkan ketika sesak itu akhirnya terucap, Ada lega yang tak sepenuhnya menguap,
... Belum selesai 






















Bika Talubi, Oleh-oleh Khas Bogor Yang Nagih Syekali!

Ada bika di Bogor? Bukannya bika itu oleh-oleh khas Medan ya?

Weits, jangan heran begitu, semuanya  bisa jadi mungkin melalui imajinasi the people of jaman now termasuk menjadikan Bika sebagai salah satu oleh-oleh khas Bogor yang terpopuler saat ini. Bika Bogor Talubi, oleh-oleh kekinian khas Bogor yang siap menyajikan kelembutan kue bika melalui perpaduan tepung Talas dan Ubi (disingkat menjadi Talubi).
Sejujurnya saya belum pernah mencoba Bika Bogor Talubi, padahal beberapa waktu lalu saya melewati salah satu storenya hampir setiap hari yaitu tepatnya di store Jalan Soleh Iskandar Kota Bogor. Store Bika Bogor Talubi sangat mudah mencuri perhatian para pejalan dengan warna orange cerah yang dominan. Apalagi Jalan Soleh Iskandar terkenal macet sehingga memudahkan orang banyak melirik ke arah store dengan gaya slow motion. Eaaa...!
Saya pun termakan rasa penasaran untuk mencoba oleh-oleh khas Bogor yang satu ini. Masa orang Bogor asli belum pernah mencoba oleh-oleh khasnya sendiri? Saa…

Wisata Ranggon Hills, Surganya Spot Instagramable di Kota Bogor

Wisata Bogor memang nggak ada matinya!
Beda manusia, beda pula caranya berbahagia. Termasuk bahagia dengan cara berswafoto di lokasi yang dianggap instagramable sehingga bisa mempercantik feed social media khususnya instajram, eh instagram maksudnya. Hal ini menyebabkan wisata yang konon instagramable ramai diserbu masyarakat belakangan ini.
Go to the main topic. Saya ingin memperkenalkan kepada sahabat (yang belum tahu) sebuah tempat wisata baru bernama Ranggon Hills, magnet wisata Bogor terbaru di kawasan wisata Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS)  Kabupaten Bogor. Salah satu wisata asyik yang menawarkan sensasi berfoto dari atas ketinggian.
Sejujurnya, saya sudah tiga kali ke Ranggon Hills, namun baru kali ketiga pergi dengan cuaca yang sangat cerah. Bersama dua saudara perempuan saya dari Jakarta yang sedang berlibur di Bogor, Aida dan Santi, kami bertiga berangkat pukul enam pagi dari rumah saya di Desa Cibening Kecamatan Pamijahan (sekitar 10 Km menuju wisata Ranggon Hill…